arien's posts with tag: word by word
 maling yang dipelihara, sampai berkembang biak semua, tumbuh dimana-mana, ngalahin kumbang di taman bunga, satu demi satu muncul, ga tanggung-tanggung sampai seribu seseorang berkata, orang itu baik kok! yang jahat itu kakak adiknya… yang tukang tipu itu temen-temennya… yang serakah itu brotherhood-nya… kalau baik masa dia biarkan rakyat sengsara, kalau baik ngapain juga dia ikut celamitan ambil dana kalau baik masa dia bikin huru-hara kalau baik apa iya dia biarin ada kotoran di sekelilingnya dia ga ngambil mungkin, lah wong udah kuaaaaaya, udah punya usaha plus dapet ijin kerja dari sang kuasa. tapi hey lihat, dia kasih celah buat sebelahnya berulah, nantinya dia dapet upah… ga maling dong, lah wong kan dikasih… bisssaaaaaa aja! seorang yang lain memberi usulan ayo kita tulisi “saya koruptor” di jidatnya, kita pasang plang “ini rumah koruptor!!” di depan rumahnya, ditunjuk-tunjuk begitu…pasti dia malu! iyalah mestinya malu, kebangetan kalo ga ngerasa gitu! mungkin sang istri berpikir rumah ini belinya pake uang sendiri atau ngga ya? mungkin anaknya yang masih sekolah jadi mikir aku sekolah dibiayain papa atau rakyat ya? malunya ajak-ajak keluarga! dosanya mestinya ga diwarisi, kasian yang ga tau apa-apa.. nyatanya sulit menumbuhkan budaya malu, di negara yang mengijinkan maling ulung bersatu, si curang jadi pejabat, dapat ijin libas warga setempat, si penipu jadi mantu, aman terkendali sampai anak cucu. mereka bilang jangan sembarangan menuduh aku! berputar-putar menjawab pertanyaan berlagu, menunggu bantuan sambil mengulur waktu, sekaligus mengubur bukti dan menghilangkan saksi. senyaman apa disana? sekelam apa di dalam? hingga seperti mengubah semua… yang dulu aktivis ikut orasi, lupa niatnya kini yang dulu pionir, sekarang mengekor seperti selir yang dulu selalu protes, saat ini ga pernah lupa teriak “yes!” ada apa disana sih? suka jadi gemes sendiri! bapak-bapak, ibu-ibu… ga selalu semua tentang rebutan korsi dan kucuran dana ke rekening pribadi! jadi masihkah ada yang peduli dengan apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini? kami semua butuh solusi! secepatnya, sebelum kami melebur mimpi… karena kami ingin negeri ini jaya kembali...
 wajah lama hadir lagi bersama berniat memimpin negara, masih ingin berkuasa, masih mau memegang peranan, masih bisa memberi sajen buat semua rakyat bingung, sebagian jadi resah kandidat mana yang bisa dipercaya mana yang dapat diandalkan di garis depan supaya bisa dapat pekerjaan, bisa makan, bisa masukin anak sekolah supaya aman dan nyaman di jalanan secara yaaaaaa… semua belajar, semua hafal prioritasnya cuma bisa kasih sejuta janji dan mimpi semua mengaku pemimpin teladan, dengan ajian slogan senyumnya diatur sedemikian rupa, supaya tidak berkesan sinis dan kejam nian, supaya tampak bersahaja, berkharisma, simpatik, semua yang jadi kriteria pura-pura yang direkayasa, drama belakang panggung yang terlihat nyata masih saja berakting, masih saja gelagepan, padahal skenarionya sudah disiapkan dari awal dari layar terbuka, pertunjukkan berlangsung bahagia, sampe digerebek disuruh bubar oleh petugas keamanan... yaaa.. begitu kurang lebih jalannya, dari terpilih, punya jabatan, ambil uang, saweran sana sini, tersandung, ketahuan, kemudian masuk penjara, tapi tak lama, lagi-lagi berkeliaran bebas, kipas-kipas rakyat terkesima, bukan karena baru tahu, kami tidak sedungu itu, kami ngeri mengetahui otakmu yang penuh perhitungan saku untung rugi jadi babu, perwakilan rakyat...matamu! isinya strategi berkelat-kelit untuk maju, maju jalan sendiri, bukan untuk warga negeri ini, kami takjub bertanya-tanya, dimana hatimu? tidak ada disitu…tidak menyatu...
 apparently, for a moment… is this a dream? then i dare myself not to awake sleep well till days go by, away love and be loved, hold tight is this just my imagination? then all i want is stuck in this situation take my one and only portion compile all our pieces of soul is this for real? then my dreams, my wishes come true since i always dream to be together with you oh i do fear, dear don’t get too far, if we’re apart, is this what called lonely heart? now you are here, turning around, let’s face to face shall we have a pray for this is the sound, the way, the path of us
tersangkut terpuruk gara-gara jalan busuk kok nyalahin jalannya? kamu jalannya ga ati-ati kali… oiya, mungkin aku yang ngelangkahnya kurang ati-ati, ...di jalan yang busuk! [buruk rupa cermin dibelah]
 | romansa | Jun 26, '08 7:20 AM for everyone |
 ia berkaca di jendela istana cermin ajaib, katakan padaku, siapa yang paling menawan di dunia? mata beningnya berharap kalimat yang serupa pujian dari peri, ungkapan cinta kau tahu, aku tidak bisa merayu, sungguh, sayang, tidak bisa aku hanya mengucap mantra cium aku, kau tahu maksudku aku bukan tipe yang romantis pula, cuma bisa merangkai kata di angkasa jauh dari konsep semacam makan malam bersama dengan gaun anggun dan lilin di tengah kita untuk apa kalau hanya diam saja? memendam rasa? bilang saja, apa adanya aku beri kau terima, kau beri aku terima bingung? sedih? kesal? jangaaan… ayo berlari bersama di padang rumput sana ayo melihat gumpalan awan sambil terlentang di batuan karang kita kan sama-sama bahagia bagaimana aku memuja? setiap kedip mata menunjukkan kau bintang yang paling terang sinarnya kilau yang tidak membuat sakit mata hangatnya seperti mentari jiwa dirimu sempurna adanya, jawaban doa yang kuminta… sudikah bersama?
 | dagelan | Jun 16, '08 12:20 AM for everyone |
pertunjukan untuk rakyat sekalian, menampilkan makhluk jadi-jadian, judulnya nasib orang buat maenan... panggung politik dijadiin panggung hiburan tapi sungguh ga ada yang lucu, ga ada yang bisa dijadiin bahan ketawaan. seperti biasa isinya cela-celaan, karena ga ada yang serius dan cekatan kecuali kalo tentang tuntutan dan lagi ketiduran hahaha.. keterlaluan! iya kamu, pak! oh maaf, maksud saya, anda, dan anda juga.. kok malah melengos? udah jelas ketauan.. ada yang salah ketika rakyat lihat, media memuat semua sadar, semua blingsatan mereka mengkultuskan pimpinan, bukan perkataan atau perbuatan, bukan apa yang bisa dijadikan teladan. ngga ada analisa ketika saling menyerang semua dianggap kelompok lawan, ini “hanya” masalah kalah atau menang. ya, yang menang mereka yang dapat anggaran, yang kalah ya rakyat yang jadi penonton di jalanan mereka yang bisa liat pertunjukan dari dekat panggung, tampaknya nyengir kegirangan, kecipratan! ngga bener ini, kenapa yang salah masih bisa koar-koar, malah “dibersihkan” dan “diamankan” yang benar justru dikambinghitamkan hilang, dibungkam. aneh sekali negara ini yang maling dibebaskan, bebas berkeliaran malah dikasi jabatan yang jungkir balik berjuang justru tak lepas di bawah pengawasan, niatnya mulai dari diri sendiri, maunya jadi koloni yang aspiratif penuh muatan berjalan, bergerak menyadarkan, buat kepentingan negara tapi malah dianggap melawan berapa generasi dibutuhkan untuk menghilangkan penjahat berdasi di senayan? ngga cuma bermarkas disana, sekarang udah menyebar, mengakar. mereka yang kalo buat anggaran pendidikan itung-itungan, tapi kalo buat tunjangan anggota dewan jor-joran. dimana prioritas tujuannya? masih inget perjuangan dan sumpahnya? inget dong, pokonya balik modal duluan, cetus sinis aura hitam. ketok palu dan jadilah harta ga abis-abis buat 7 turunan. bisik-bisik dari mereka terekam sudaaah, kalian diam saja kalo liat penjahat, supaya nurut, supaya lupa, supaya jadi kaki tangan diikat, diancam menjadi jahanam berikutnya yang siap dicekoki sampai keracunan mendapat jatah kekuasaaan, dikasi bagian, tilepan sepersekian dari setan!
hey hey.. kamu sombong sekali melintas sambil tak peduli berbincang tapi tak mau ditemui tersenyum namun tak ingin berbagi apa yang kamu ingini? apa yang kamu hindari? tunjuk, tunjuk saja selagi masih bisa masih bisa berkelit, dan ogah merugi hey hey apa perlu kita berkenalan lagi suatu hari? sungguh sombong sekali meninggi, membangun kerajaan ilusi menemani alur sepi tertawa sedih marah, penuh emosi sibuk sendiri tidak ada rasa takut dalam diri khawatirmu hanya sekilas, mendampingi tak berarti menjelang pagi setiap hari bukan disana tapi disini sekarang, bukan nanti ya, sekarang untuk nanti-nanti, seterusnya sampai mati yang menikmati tak punya nurani yang menanti bergantung memakai hati
ini dadu untukmu, untuk menjawab pertanyaanmu. pertanyaan yang dimulai dengan berapa, berisi jawaban angka. berapa kali kita bertemu? berapa kali lagi kita bertemu? berapa lama lagi kita menyatu? berapa kelak anakmu? berapa batu yang menghalangi jalanmu? mm, semua itu contoh saja kok. ok, ok itu bisa jadi pertanyaanku. angka di dadu ternyata tidak cukup menjelaskan semua yang kumau tahu. bukan, bukan karena jumlah angkanya cuma segitu, terbatas hanya yang ada di dadu. mari aku belikan lebih banyak dadu lagi saja kalau begitu. butuh berapa banyak lagi? kau tak tahu? lucu.. aku juga tak tahu.. sejak dulu.. sulit menjawab dengan angka, seberapa besar sayangku padamu, betapa kurindu binar itu, betapa atau berapa? aaah..angka lagi kah yang kau mau? jawabannya tidak harus angka bukan dari dadu, dari ujung jarimu. yang bisa membuat terkulai jatuh, bukan lesu, tapi malu. tidak ragu, hanya satu. mata pecah berkaca, aku tahu bisa bermanja kapan saja, denganmu…
rencana dadakan, abis undangan dadakan tapi kok terencana? bawa baju ganti pula, tampaknya sebenarnya ini rencana nonton tengah malam di plasa senayan film petualangan, seru-seruan, nikmati saja, jangan terlalu mikir, saran dari seorang teman. beli tiket, tanpa antri, bayar setengah hati setelah makan, menguap sepanjang obrolan aduh kok jadi ngantuk gini ya? mari beli cemilan, popcorn caramel dan minuman jangan lupa juga ke kamar mandi sebelumnya ada yang pakai tanktop dan celana pendek doang, wih, apa mereka ga kedinginan? ada yang heboh pake gaun panjang, ckckck..baju sebagus itu dia pake ke mall semacam yang tadi kupakai ke undangan, laaah, kalo ada undangan dia pakai baju kaya apa kiranya? atau justru dia emang baru pulang dari undangan, bener-bener dadakan.. berdandan heboh di kegelapan, langkah keseret-seret, mata mulai kemerahan. dialog panjang membosankan, kenapa film ini alurnya terasa lamban, mata berat kriyep-kriyep semaleman mulai aneh nih jalan ceritanya tidak terduga, tidak menyenangkan bayar mahal tertidur di dalam, besok-besok kita nonton saja dvd bajakan, nonton tengah malam, tidak cocok untukmu, sayang..
putri datang dari dunia mimpi terperanjat melihat adegan nyata di bumi baiklah, aku akan belajar mengerti, meniti pelangi, menjahit duri, semangat, seperti para prajurit takeshi ia pun membuat rumusan keinginan memikirkan konsep kerjasama mencari keseimbangan dalam hubungan bermesraan dengan pasangan membahas wilayah kekuasaan diskusi tentang hari depan analisa mendalam perilaku seseorang bermain dengan berbagai kemungkinan menggali setiap kesempatan ..hingga ke ranting terkecil yang ditemukan jadi apa yang kamu inginkan, wahai putri dari dunia mimpi? terdiam, lama hitungan waktu lewat begitu saja tidur akan membantumu tenang, merefleksikan apa yang mengejar pikiran pada suatu waktu lalu ia paparkan semuanya ilustrasi dan sketsa ia tertegun menyadari, mendapati bahwa dirinya tak bisa berikan satu jawaban konkret, nyata tidak ada kesimpulan dari alunan? ayo harus menentukan, ingin terbang atau tenggelam menapak atau melayang, untuk alasan yang benar.. apa itu benar? alasan demi alasan berhamburan senyum mendahului embun pagi jiwa tersedak menelan pahit kuntum peristiwa ...kali ini bukan mimpi..namun ia tetap bermimpi…
'if' by rudyard kipling If you can keep your head when all about you Are losing theirs and blaming it on you, If you can trust yourself when all men doubt you, But make allowance for their doubting too; If you can wait and not be tired by waiting, Or being lied about, don't deal in lies, Or being hated, don't give way to hating, And yet don't look too good, nor talk too wise: If you can dream - and not make dreams your master, If you can think - and not make thoughts your aim; If you can meet with Triumph and Disaster And treat those two impostors just the same; If you can bear to hear the truth you've spoken Twisted by knaves to make a trap for fools, Or watch the things you gave your life to, broken, And stoop and build 'em up with worn-out tools: If you can make one heap of all your winnings And risk it all on one turn of pitch-and-toss, And lose, and start again at your beginnings And never breath a word about your loss; If you can force your heart and nerve and sinew To serve your turn long after they are gone, And so hold on when there is nothing in you Except the Will which says to them: "Hold on!" If you can talk with crowds and keep your virtue, Or walk with kings - nor lose the common touch, If neither foes nor loving friends can hurt you, If all men count with you, but none too much; If you can fill the unforgiving minute With sixty seconds' worth of distance run, Yours is the Earth and everything that's in it, And - which is more - you'll be a Man, my son! Rudyard Kipling (1865-1936)
 | memori | May 21, '08 11:34 PM for everyone |
isinya ilusi, terangkai mimpi. curahan hati yang dipendam dalam diri. jauh terungkit sepi. cuma perlu sepotong bait lagu untuk membawanya kembali. |
|