arien's posts with tag: wishful thinking
hiks.. mengharukan.. TV-destroys_relations.wm (4.1 MB)
 …hidup itu adalah proses pertimbangan harus selalu dijalani membuat keputusan adalah tahap yang harus dilakukan sesaat kita tahu apa yang diinginkan, kita segera memutuskan apa yang kita mau beberapa waktu kemudian ada keraguan, kita sadar bukan itu yang kita mau, sementara mungkin pada saat itu kita belum tentu benar-benar tahu apa yang kita perlu bertahun beriringan meniti suatu hari yang tidak pasti melanda diri dia bukan milikmu lagi, kau tak bersamanya lagi hidupmu bukan berarti berhenti disini …untuk seorang teman yang sedang lara putus cinta, semoga tidak sedih berlama-lama…
 Dari milis sebelah. Selamat membaca. Semoga bermanfaat. =) Anda mencari kunci kebahagian? Rupanya kunci kebahagian itu tidak jauh dari kita, seperti apa yang diutarakan pak Gede Prama dibawah ini. Demikian juga jika kita mau mencari Tuhan,tidak jauh seperti yang kita bayangkan. Tuhan ada dekat kita, dekat sekali. hanya sebatas Doa. Coba simak apa yang diceritakan oleh Gede Prama.
KEY OF HAPPINESS Gede Prama
Gede Prama memulai talkshow dengan bercerita tentang tokoh asal Timur Tengah, Nasruddin.
Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir.
Ternyata dia mencari jarum. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut.
Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga. Tetangganya bertanya, "Jarumnya jatuh dimana?" "Jarumnya jatuh di dalam," jawab Nasruddin. "Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?" Tanya tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab, "Karena di dalam gelap, di luar terang." Begitulah, kata Gede Prama, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan keindahan. Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat apa-apa. Sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan keindahan, sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri. Justru letak 'sumur' kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam.
Tak perlu juga mencarinya jauh-jauh, karena 'sumur' itu berada di dalam semua orang. Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya, banyak orang mencari sumur itu di luar.
Ada orang yang mencari bentuk kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak akan berlangsung lama.
Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia Mobil mewah akan berganti dengan model terbaru Jabatan juga akan hilang karena pensiun.
Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere.
Setiap kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat dari mencarinya di luar
Untuk mencapai tingkatan kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui 5 ( lima ) buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut. Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing. Stop membandingkan dengan yang lain.
Seorang ayah atau ibu belajar untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar
Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, dimulai dari membandingkan.
Gede Prama mencontohkan orang kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia berkulit hitam.
Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan orang kulit putih. Uangnya banyak, ia mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik. Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain, maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang orang kaya itu. Leads you nowhere
Karena itu, Gede Prama mengajak kita ke sebuah titik, mengalir (flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia
Yaitu menjadi diri sendiri.
Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja. Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya.
Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul. Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita bangun dari dalam.
Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi diri sendiri.
Itulah keindahan yang sebenar-benarnya be your self !! Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi.
Sebab utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi. Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi lebih banyak Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan: I intend good, I do good and I am good.
Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian saya menjadi orang baik.
Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita konsentrasi pada hal memberi Memberi tidak harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum, pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia akan memasuki wilayah beauty and happiness.
"Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu keringnya minta ampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya,apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi. Saya bilang sleep well, eat well."
Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan kegiatan memberi. Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.
Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika ruangannya gelap.
Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam.
Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa bersyukurlah. Karena suami yang keras dan marah-marah, membuat sinar dari dalam diri Anda bercahaya.
Anda punya istri cerewetnya minta ampun, bersyukurlah Karena orang cerewet adalah guru kehidupan terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran.
Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun, bersyukurlah. Karena Anda dapat belajar tentang kebijaksanaan
Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan, menurut Gede Prama, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya dari dalam.
Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi, semuanya dikirim sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan. Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna. Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah cantik
Jadi semuanya ada gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah rangkaian sikap.
Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu sekarang Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda benar.
Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright. Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula kita merasa takut.
Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan terhadap kebenaran. Kalau Anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending jangan melalukan ritual peribadatan, karena toh Anda tidak yakin terhadap kebenaran. Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang kecil Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan kita tahu kehidupan.
Manusia-manusia yang tidak tahu diri, adalah manusia yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba airnya, kalau kita bisa mengetahui diri kita sendiri. Seandainya diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian mengetahui kunci kebahagian hidup itu sendiri.
 | hayu | Jul 7, '08 12:21 AM for everyone |
aku suka duduk di balkon melihat bintang dan lampu, tentu aku lebih senang jika ada kamu disampingku sambil mendengarkan lagu berbahasa perancis, yang tidak kita mengerti itu tapi bagus..bagus sekali, romantis, merdu merayu …dan aku sering membayangkan kita naek vespa merah itu menembus hujan gerimis, rintik kecil yang tidak mengganggu, kita hanya akan meringis tertawa, lalu mempercepat laju… …dan aku rindu, ingin bertemu, lagi dan lagi dan lagi… hayu ih hayuuu!! hihihihi…
pencet..pencet.. satu dua lima dobel nol..plus.. tiga tujuh lima nol plus satu dua lima nol..plus.. nine : “lo ngapain siiih rien?” arien : “gw seneng maen kalkulator, waktu kecil gw sempet cita-cita jadi kasir..” astri : “hahaha, berarti iklan permen itu berdasarkan kisah nyata ya?” nine : “lucu banget sih lo..” arien : “hahaha, beneran tau, waktu kecil emang gw pernah pengen jadi kasir. gw suka diajak ibu belanja, seneng liat si mbanya mencet-mencet mesinnya, terus ada bunyinya, keluar lacinya buat ngasi kembalian.. emang apa cita-cita lo waktu kecil?” ada yang bilang mau jadi polwan, ada yang pernah bercita-cita jadi pramugari, ada yang pengen banget jadi dokter, pas dipikirin, katanya "apalagi di jaman sekarang, gw pengen jadi dokter kecantikan, hihi.." ada yang diem, mikir lama, ga inget cita-cita masa kecilnya (labil, hehe..). ada yang waktu kecil sering ikut nyokapnya ke mayestik, akhirnya sempet pengen jadi tukang jualan kaen di mayestik, karena seneng banget liat adegan si abang pas motong kaen. salah satu temen cewe ada yang pengen jadi guru karate. “waaah gagah banget, terus waktu itu apa yang lo lakuin buat mencapai cita-cita elo itu? lo sempet ikut bela diri apa gitu?” tanya salah satu temen. “ngga pernah ikut, haha!” jawabnya. “lo ga pernah belajar bela diri trus mau jadi guru, gitu?! huahahaha..” cela temen-temennya lagi. =D akhirnya sekarang saya ga jadi kasir.. ikhlas, ga papa. bukan berarti cita-cita saya ga kesampean. seiring perjalanan emang bukan itu pencapaian yang pengen gw raih. tinggian dong, lagi-lagi jadi kaya iklan! hehe.. yang jelas makin kesini, pasti tiap orang nemuin apa minat dan bakatnya, bidang apa yang disukain, dan dimana bisa berkarya maksimal. ada saat dimana kita inget semua mimpi dan obsesi kita, cita-cita dan harapan yang pernah pengen kita capai. kita kerja keras jalanin hidup kita, setapak demi setapak, buat ngejer apa yang kita mau. kadang ditelan rutinitas, beberapa mimpi berhamburan bubar, ada harapan yang ga kesampean. sering bertanya ama diri sendiri apa yang dah dilakuin buat ngejer mimpimu, apa yang udah dikorbanin buat mencapai cita-citamu? ga semua mimpi berwujud profesi, ga semua harapan berupa kekayaan. cita-cita semuanya pengen hidup tenang, punya kerjaan bagus, posisi mantab, pasangan yang cocok, hubungan yang langgeng, keluarga sakinah dan harmonis, dan lain-lain dan seterusnyaaaa.. bisa jadi obsesi adalah hal atau kegiatan yang dekat ama kehidupan kita sehari-hari.. misalnya ada seorang temen yang dah lama pengen ikut kursus musik (gitar klasik atau biola misalnya) atau bahasa atau pengen belajar ngebtik dan bikin keramik, tapi karena kesibukan jadi belum sempet. ada yang pengen sekolah lagi, dia mau nabung dulu sekaligus nyocokin ama ritme dan load pekerjaan. atau ada yang pengen traveling, jalan-jalan bertualang, tapi banyak pertimbangan ya waktu ya uang, dan lain sebagainya. semoga setiap langkah kecil hidup kita makin mendekatkan kita ke cita-cita, semoga saat ini kita sudah ada di jalur yang benar untuk menuju mimpi di depan sana, berjuang di lintasan harapan yang tak pernah putus menyerah.. [amin]
5.14am.. aku kebangun karena handphone-ku bunyi. siapa yang telepon jam segini. suka parno kalo nerima telepon di jam-jam yang kurang lazim buat telepon, suka khawatir bahwa setelah sapaan pertama, berikutnya yang aku denger adalah berita buruk. “halo..” jawabku, masih dengan suara ngantuk. “halo arien, lo masih tidur ya?” kata suara cewe dari sana. ah rupanya dia, teman kantorku. “iya baru bangun, kenapa” jawabku. “maaf ya, gw ganggu..gw ga tau harus telepon siapa lagi..” tiba-tiba suaranya terisak. tuh kan, ada apa niy, aku langsung deg-degan.. “lo kenapa?” “gw takut, dari jam 2 gw ga bisa tidur. terus gw sholat subuh, gw berhenti di tahiyat akhir. gw ga bisa nyelesein, lupa bacaannya. 10 menit gw diem, ampe akhirnya gw musti batalin sholat gw..gw takut banget, huhuhu..” katanya di tengah tangisnya. “lo jadi takut ada apa-apa yaa, lo ga tenang, jadi kaya blank, padahal lo tau kalimatnya. kalo dah inget depannya biasanya langsung ngalir..” kataku berusaha menenangkan. “boleh bacain buat gw, biar gw inget..”katanya lagi.. akhirnya kita berdua barengan ngucapin kalimat tahiyat akhir. pas di bagian yang dia lupa, dia bilang “astagfirullah..kok gw bisa lupa ya..” “makasih ya, rien.. maaf ya gw bangunin elo, abis gw takut kenapa-kenapa, soalnya nyokap gw lagi di perjalanan..” katanya lagi. “ngga papa, kalo lo ga nelpon, mungkin gw ga kebangun. bablas ga sholat subuh deh, makasih juga ya. lo yang tenang ya, bismillah..” kataku. abis itu aku langsung ambil wudhu dan sholat subuh, pelan-pelan baca doanya. pagi ini kaya diingetin, kadang kita ngeremehin, karena udah biasa, jadi kurang menghayati kalimat-kalimat-Nya, lupa ama pesan-pesan-Nya. astagfirullah. semoga sholat-sholat selanjutnya bisa makin kushyu ya, amin..
| |