suatu hari seorang anak manusia bercerita pada peri.
gadis manis ini baru saja jatuh hati.
“peri tolong lah, aku dalam masalah…” katanya singkat.
“ada apa?” tanya peri.
“aku terlalu mudah jatuh cinta…” katanya pelan.
“apa yang membuatmu sendu?” tanya peri lagi.
“aku jatuh cinta lagi dengan pria yang sama…” suaranya mengalun lagi.
“dia yang selama ini kau ceritakan padaku, dari dulu, setahun lalu tak henti-henti...” peri bergumam, sambil menghitung hari.
“tiga tahun lalu tepatnya, peri!” teriaknya, terjebak di antara senang dan kosongnya hati.
si gadis manis menerawang, tersenyum, teriris, di saat bersamaan.
peri menemaninya, merenung untuk sebuah pengertian yang dirasakan.
gadis manis sayang,
sepertinya kau baru saja membuka pintu yang telah kau tutup sendiri,
gerbang keluar masuk yang telah kau rantai dengan gembok besi.
kau bilang kuncinya sudah kau telan seperti adegan di film kartun “tom and jerry”,
tidak mungkin diambil, tidak mungkin kau keluarkan lagi.
tapi nyatanya kau lakukan operasi besar sendiri,
mengorek memori seperti membongkar isi perut bumi…
kau selalu melompati tembok yang kau bangun sendiri,
yang batunya kau susun dengan rapi, satu persatu dalam sepi,
dalam semennya kau tambahkan ramuan tahan api.
kau buat pertahanan sedemikian rupa supaya tidak kena banjir emosi
dengan daya erosi tinggi
kau senang menyibak tirai yang kau tutup sendiri,
tirai warna gelap, katamu agar tidak membayang jika disorot lampu terang warna warni,
yang kau rekatkan dengan teliti supaya tidak ada lubang untuk jejaring memori menelusup kemari,
ternyata kau rindu, ternyata kau rasa sepi
sendiri asal bersamanya, mungkin itu yang kau ingin
sang pria berkata, kutemani hari ini hingga malam nanti,
aku tidak bisa janji esok hari masih disini,
dan kau tersenyum sambil berkaca-kaca, lagi,
setelah berjuta kata dan aksi yang mengiris hati,
seakan itu kalimat paling manis yang kau dengar pertama kali...
mimpi yang terbentuk lagi, terurai lagi, perih!
membulat kemudian mengurai nyata, pahit!
tersadar, gamang…
semoga cukup utuh untuk melangkah lagi, dear!
miss you, girl!
[lagu di komputer arien lagi "regret" – nya new order]