arien's posts with tag: movies
     | earth | May 12, '08 1:34 AM for everyone |
| Category: | Movies | | Genre: | Documentary |
film yang menceritakan tentang bumi kita yang sangat kaya dan indah, subhannallah, kita seakan dibuat jatuh cinta lagi saat melihat tampilannya. film ini sekaligus menjadi ajakan untuk lebih peduli dengan bumi, planet yang beruntung, begitulah mereka menyebutnya. sepertinya kita akan sejenak menahan nafas setiap kali pemandangan alam yang cantik tersaji. hamparan luas taiga yang meliputi sepertiga luas bumi, sepertiga persediaan oksigen bumi dihasilkan dari sini. sepertiga luas bumi lain adalah gurun gersang dengan lekukan pasir yang menawan, yang konon makin bertambah luas setiap tahunnya. artinya sepertiga wilayah lainnya adalah yang bisa dihuni oleh manusia.
hutan hujan tropis luasnya hanya sekitar 3% dari keseluruhan luas hutan di dunia, namun hampir 50% dari jenis flora dan fauna dunia ada di dalamnya. sebuah kawasan yang lagi-lagi dikatakan beruntung karena bisa menikmati sinar matahari penuh selama 12 jam sehingga memungkinkan berbagai makhluk hidup berkembang biak dengan giat dan sempurna.
berjuta hewan tidak berdosa, secara tidak langsung, dipaksa harus beradaptasi dan mengikuti perkembangan ritme kehidupan manusia. pemanasan global dan pencemaran dimana-mana menggoncang keseimbangan bumi dan migrasi alami.
beruang kutub mencari makan di daratan es. namun karena suhu bumi semakin panas dari hari ke hari maka es pun makin cepat mencair. ia harus berenang lebih jauh. sedih sekali waktu melihat beruang kutub itu meraung pelan sebelum akhirnya menjatuhkan badannya, mati di tengah walrus-walrus yang sebenarnya bisa menjadi santapannya, namun ia terlalu lelah untuk bergulat, akhirnya ia menyerah, mati.
banyak pemandangan menakjubkan di film ini : hamparan kering yang kemudian dipenuhi bunga musim semi.. lynx yang melangkah sendiri di taiga bersalju, satu-satunya jejak langkah kaki yang tercipta di dataran tersebut, sepi.. great white shark melompat keluar dari air dengan menakjubkan, menyambar anjing laut, mangsanya.. burung bangau demoiselle..terbang beriringan berjuang menembus angin badai di pegunungan himalaya.. burung bebek mandarin mengajari anaknya untuk terbang, menggunakan kaki dan sayapnya untuk terbang pertama kali.
paus humpback berkelana ribuan mil menuju perairan laut kutub selatan untuk melakukan pesta jamuan makan udang krill disana. itupun dengan syarat rute migrasinya sehat, tidak terkena limbah atau polusi. krill bergantung pada adanya es jika tidak ada es maka krill tidak bisa hidup. jika tidak ada krill maka berarti hampir tidak ada apa-apa yang disediakan oleh perairan kutub selatan. artinya paus humback menempuh nyaris setengah lingkar bumi dengan sia-sia.
setiap musim kemarau jutaan hewan melakukan migrasi untuk mendapatkan air dan makanan.
sekelompok gajah melintas dataran tandus yang sering diterpa badai pasir. saya menangis waktu melihat anak gajah menabrak pohon, karena matanya tertutup pasir. juga ketika gajah betina pemimpin rombongan diterkam puluhan singa dan macan yang kelaparan. caribou melintas padang rumput. mereka juga berhadapan dengan ancaman predator lainnya, seperti serigala dan cheetah. film ini memberikan istilah sebuah drama abadi antara pemburu dan yang diburu. seleksi alam yang pasti terjadi di berbagai belahan bumi.
semua hewan yang melakukan migrasi panjang tersebut bertemu di tundra yang di awal cerita masih kering, namun seiring perjalanan musim telah dibanjiri air, dipenuhi tanaman, dan kehidupan baru dimulai.
akankah banjir air itu akan datang setiap tahun? akankah tanaman tumbuh subur seterusnya? akankah hewan-hewan akan kembali dengan selamat atau justru telah punah di tahun berikutnya? akankah selalu ada sinar matahari, oksigen, persediaan makan, dan air bersih yang cukup untuk kehidupan kita semua?
kita, manusia memang seringkali menjadi makhluk paling egois dan serakah. dengan kehidupan kota besar yang rasanya jauh dari alam liar disana. tapi kita harus tahu, harus mau tahu, harus cari tahu. kita wajib peduli dan musti berbuat sesuatu jika masih mau hidup berbagi dan berdampingan dengan semua makhluk hidup itu.
[loveearth]
udah lama seorang teman merekomendasikan buat baca buku ini, tapi belum sempet aja (belum sempet minjem maksudnya?!). jadi waktu tadi malem nonton premiere film “ayat-ayat cinta” di plaza senayan-08.30pm, sebenernya belum baca bukunya. keuntungannya jadi ga ngebandingin ama cerita bukunya, beneran menikmati apa yang ada di filmnya. film ini bercerita tentang Fahri (fedy nuril), seorang mahasiswa Al-Azhar Indonesia yang kuliah S2 di Mesir. disanalah ia mengalami berbagai peristiwa yang mempengaruhi hidupnya. dia punya beberapa sahabat cowo, sesama mahasiswa Indonesia. fahri adalah seorang pemuda muslim yang soleh, pintar, baik hati, ramah, tidak sombong, suka menolong, rajin menabung?! ini ga mengada-ada, emang baek semua karakternya! sempurna..too good to be true?! huehehe.. menurut seorang temen yang baca bukunya, fahri di film justru lebih membumi karena tampak lebih manusiawi. kelihatan kadang-kadang dia ragu, ga yakin apa dia mampu, dan juga sesekali keliatan sangat rapuh. fahri juga punya sahabat yang namanya Nurul, yang cinta banget ama fahri. di buku, katanya, keliatan banget hubungan mreka deket, dan mreka juga kayanya saling jatuh cinta. tapi di film ga digambarin sedeket itu. selain Nurul, ada teman wanitanya yang namanya Maria, yang suka bantuin dia bikin tugas, pinjemin buku, bikinin kue ("karena aku inget kamu suka lupa makan" gitu katanya! to twit!) dan temen maen bareng. Maria ini agamanya Kristen, ayahnya Jerman, ibunya Turki, gitu klo ga salah. aku suka ama percakapan antara fahri dan maria tentang jodoh, yang digambarkan dengan Mesir dan sungai Nil. ada saat keliatan chemistry antara dua anak ini lebih besar daripada waktu fahri ama aisyah, kelak. ada juga seorang Noura, wanita yang kerap disiksa ayah tirinya, yang kemudian ditolong ama fahri, tapi pada akhirnya ngefitnah fahri. lagi-lagi karena saking cintanya dan ga bisa memiliki..euleuh..euleuh..seyem! fahri ini ga ngeh, ga peka kalo cewe-cewe di sekitarnya jatuh cinta bahkan cinta mati ama dia, lugu.. lucu-guoblok.. hihi..=P suatu hari dia ketemu aisha (rianti). ni cewe ya, subhanallah, cuma kliatan matanya aja tetep keliatan cakep! hehe.. singkat cerita, abis proses ta’aruf, di Islam ga ada yang namanya pacaran (nah loh, nah loh!), mreka langsung nikah. ada adegan dan percakapan yang ga begitu aku suka waktu proses ta’aruf itu. cadarnya aisha dibuka dengan kalimat pengantar semacam “calon suamimu berhak untuk melihat wajahmu”. trus abis liat wajahnya aisha, fahri bengong takjub, cadar aisha ditutup lagi. pertanyaan berikutnya “jadi bagaimana?”, kesannya kaya beli barang apa ajah. hehe.. yak ini sempet dibahas di dalem bioskop bareng lia dan mba diena. ada beberapa adegan atau percakapan yang berkesan : ustadznya fahri bilang kalo nikah itu ibadah dan bisa mendatangkan ketenangan jiwa. fahri bilang belum siap, belum ada pekerjaan. kata ustadz, insyaallah kelak pintu rejeki dibuka oleh Allah SWT. waktu fahri ragu tentang jodohnya, ibunya melantunkan ayat Al-Qur'an yang bilang bahwa kalo Allah ridho, siapapun bisa jadi jodoh kita. sabar dan ikhlas, itulah Islam. waktu fahri sadar kalo dia mungkin dah nyusahin dan nyakitin aisha, dia minta maaf dan minta aisha kembali karena sampe saat ini dia masih belajar bagaimana sabar dan ikhlas, dan untuk itu dia perlu aisha bersamanya. ..film yang indah..aku terharu..
| Category: | Movies | | Genre: | Animation |
kemaren sebelum pulang ditawarin nonton premiere “extra large” ama temen kantor, acaranya di KC. pengen tapi kok mayes, akhirnya tiketnya aku kasih ke temen kantor yang laen, trus aku pulang aja.
di kost nonton DVD “persepolis”, film yang jadi opening movie JIFFEST 2007 kemaren. diangkat dari novel grafik otobigrafi yang nyeritain kehidupan penulisnya sendiri marjane satrapi. dah lama pengen baca bukunya, tapi katanya ga masuk Indonesia. aku bacanya yang embroideries, yang akhirnya jadi salah satu favorit!
film ini disutradarai Vincent Paronnaud & Marjane Satrapi. dibintangi Chiara Mastroianni, Catherine Deneuve, Danielle Darieux, Simon Abkarian, Gabrielle Lopes.
ceritanya diawali waktu tahun 1978 di Teheran, Marjane menikmati kehidupannya dengan bermimpi menjadi pemimpin masa depan dan mendengarkan musik punk atau lagu-lagu ABBA. tapi kehidupan Marjane berubah saat revolusi Islam mulai digencarkan di negara itu, dan memaksa orang tua Marjane memindahkannya ke Austria saat dia berusia empat belas tahun, sempat merasakaan kebahagiaan di tempat baru, walaupun akhirnya merasa kesepian, Marjane memutuskan untuk kembali ke Iran selesai sekolah dan mengenakan jilbab.
tetapi, saat waktu terus berjalan dan Marjane sudah menginjak dewasa, Marjane sadar bahwa dia tidak bisa tinggal di Iran. Marjane memutuskan untuk meninggalkan tanah airnya dan pindah ke Prancis dengan semangat untuk membuat masa depannya lebih baik.
gemes banget liat marjane kecil yang lucu banget, teriak-teriak “death to the shah” keliling rumah pake iket kepala, di sekolah badung banget.
seneng liat marjane ABG dengerin musiknya iron maiden, kritisn terhadap berbagai hal seperti politik, nilai dan kehidupan wanita, dan laen-laen.
kagum liat marjane dewasa di tengah komunitas warga eropa, mulai ngeroko, party, menakal dimanamana, ngerasain jatuh cinta dan pacaran dengan pria, tetep smart, cuek, tegas, walopun kadang suka mellow karena kesepian.
suka sekali ama film ini! =D
marjane's grandmother said : i'm gonna give you an advice that will always be useful. in your life, you'll meet a lot of assholes. remember that it's stupidity that pushes them to be evil. it will prevent you from answering to their nastiness. because there's nothing worse than bitterness and vengeance. always remain worthy and true to yourself.
i love to meet my dear, to share each other.. we could appear or disappear, together.. =) sunshine, lollipops, and rainbows, everything. that’s wonderful is what i feel when we’re together. brighter than a lucky penny when you’re near. the rain clouds disappear dear and i feel so fine (this 80’s pop song, taken from one of “the simpsons - marge on the lam” episode)
Weekend kemaren pulang ke Bandung tanpa rencana karena kelayu ikut bapak ibu. Hasilnya diculik Andrie, disuru nemenin nonton Quickie Express, ya udah akuw suru dia bayarin. Piss, ndriew, ini mah lain asas manfaat, bneran lagi ga ada duit! Hehe.. Sebelumnya ga tau ada pelem itu, ceunah lucu. Quickie Express nyeritain tentang Jojo (Tora Sudiro) yang ditawari untuk jadi gigolo ama Si Om. Di tempat pelatihan, ia ketemu ama Marley (Amink) dan Piktor (Lukman Sardi). Ya ampun itu pelatih-nya joged-joged mulu. Heuheu! Seiring waktu, skill mereka makin tinggi, akhirnya posisi mereka juga makin tinggi. Mereka menikmati kerjaan yang gampang dan pastinya ngehasilin uang banyak, dalam waktu singkat. Jojo punya langganan Tante Mona (Ira Maya Sopha) yang aga-aga terobsesi ama Jojo. Suatu hari Jojo ga sengaja ketemu Lila, mahasiswi kedokteran yang cantik, bening bener deh. Jojo jatuh cinta ama Lila, sapa yang nggak, klo liat wujud tu cewe. Eh kok akuw bikin review-nya kaya cowo gini. Hehe! Abis itu kehidupan Jojo jadi makin complicated. Mending pada nonton sendiri filmnya kayanya. Si Andrie tiap liat Lila ampe pening geleng-geleng sendiri. Kayanya masalah hidupnya langsung nambah. =D Filmnya bodor, ancur, ada beberapa adegan yang berlebihan tapi ya udahlah. Teu kudu mikir nonton film ini mah. Hehe.. Oiya favourite scene: waktu Jojo ngasi helm pink ke Lila dan respon Lila waktu telpon-telponan ama Jojo “yah jadi ngga bisa ketemu ya? sediih deh..” (beeuuh mampus, meni imyut2!) hehe.. Waktu pulang, baru sadar klo malem minggu. Andrie noleh kanan kiri tiap ada mobil yang isinya cewe-cewe. Meureun orang-orang yang ngeliat teh mikir, eta karunya si neng, pacarnya jelalatan ngeliatin cewe laen. Urang mah bae.. Hehe! =D
homer : hey, you guys hang on for my every word. i became the centre of the interest. hey moe, tell me why the story of degradation and humiliation make you more popular? moe : i don't know.. they just do! =D
video evolution of homer simpson.. hehe! mungkin ada yang dah pernah liat, maaf klo rerun.. =)
Evolution.wmv (7.1 MB)
| Category: | Movies | | Genre: | Drama |
cast : el manik, jajang c.noer, tio pakusadewo, ria irawan, rieke dyah pitaloka, lukman sardi, shanty, winky wiryawan, nungky kusumastuti, ira maya sopha, dominique
dah lama pengen nonton film-nya nia dinata yang satu ini, baru kesampean beberapa hari lalu waktu salah satu stasiun televisi swasta, taelah, akhirnya nayangin (thanks to sctv, beuh disebut juga! hehe.. no thanks to ivan yang katanya mu minjemin VCD-nya, tapi ga jadi ajah! hehe..=P).
banyak yang bilang film ini bagus, bintangnya juga keren-keren, aktingnya bagus dan natural. film yang alurnya maju mundur ini, kisahnya tentang para pria pelaku poligami dan wanita-wanita yang terlibat di dalamnya. pria-pria dari tokoh sejajar menteri/pejabat, pemilik bisnis restoran sampe seorang sopir yang kerjanya di production house.
nontonnya bareng ibu dan de'anti, kita ketawa-ketawa liat penggambaran situasi untuk tiap "kasus" yang bisa dibilang mungkin m otif dan sikonnya beda-beda, ga mengada-ada.. flowing aja liatnya saking naturalnya.. tetep ga kebayang, ga kaharti juga ada yang bisa ngejalanin kehidupan seperti itu, tapi sadar banget itu potret kehidupan nyata.
pernah denger statement dari shanaz haque di salah satu infotainment (yey nongton juga! haha..) waktu diminta komentarnya tentang poligami, katanya (kalo ga salah / kurang lebih) "ada yang bilang klo istri ngijinin suaminya untuk poligami, maka pintu surga akan terbuka untuknya.. mm, yah klo gitu insyaallah saya bisa masuk surga dari pintu yang laen.." (setujuuw! amiiin..).
yang saya suka dari film ini adalah topiknya menarik, ceritanya lucuw, fokus dari awal sampe akhir, alur maju mundurnya ga bikin bingung dan ga melebar kemana-mana kaya postingan sayah inih... heuheu..
i love you, you love me, we're gonna make a big family..
| |