isinya ilusi, terangkai mimpi.
curahan hati yang dipendam dalam diri. jauh terungkit sepi.
cuma perlu sepotong bait lagu untuk membawanya kembali.
dicampur lirik manis percakapan lampau dan bayangan wajah dengan latar belakang yang disukai.
cukup sekilas pandang untuk menghadirkannya lagi.
mencuri secuil buah pikiran, yang membuatmu ingin mencari tahu kabarnya.
mengangkat lembaran kenangan, berkelana tentang hari kemarin, kini, dan mimpi esok hari.
melayangkanmu ke samudra muara segala kemungkinan dunia.
semua bilang memori, tolong pergi, jangan kembali.
yang sudah ada di laci, biarkan tersimpan rapi.
walau suatu saat bisa keluar terpanggil terpancing tanpa diminta, tanpa disadari.
tiba-tiba kaudapati dirimu tersenyum sendiri, berdegup malu, tertawa kecil, menangis perih, melamun terharu.
tak apa selama tak menyakiti hati.
mestinya semua baik-baik saja selama tak berpura-pura.
setetes air mata yang muncul mungkin bisa membantu melegakan jiwa,
secercah senyum bisa melambungkan raga.
hela nafas panjang menanti..
ayo berjalan lagi meniti langkah pelan, kecil, berarti.
[the way we were]