arien's posts with tag: interesting
|  | nice..sweet..cute.. |
kreatif.. keren.. [J][A][A]_500828999.wmv (3.2 MB)
|  | cool.. =) |
|  | cerita dari milis sebelah, interesting!! =D
*****
Jebol Rumah
Hari Minggu yang lalu (4/20) cuaca sangat bagus dan udara hangat (at pefect 70ºF) -- bisa dipastikan banyak orang yang melakukan kegiatan di luar (jogging, biking, canoeing, picnic, BBQing, etc), kecuali aku ... yang malam sebelumnya memutuskan untuk tidak meninggalkan tempat tidur supaya bisa menuntaskan baca buku "The Martian Child" -- novel tentang adopsi yang merupakan cerita nyata dari pengarangnya sendiri, David Gerrold (dia inilah yang menulis episode Star Trek yang paling populer, "The Trouble with Tribbles", 1967)
Forget the Star Trek nostalgia ... singkatnya, seharian penuh aku tidak keluar rumah (sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi sejak pindah ke "pusat keramaian" di kawasan Isthmus (tanah genting), downtown Madison. Sejak pindah ke tempat baru di downtown ini aku memutuskan untuk tidak punya mobil (kemana-mana jalan kaki atau naik bis kota), tidak punya TV, tidak ada tilpon (neither cellular nor landline), juga tidak nyetel radio. Komunikasi dengan dunia luar cuma via Internet, yang aku pakai cuma untuk baca email saja (yang lain-lain lebih nyaman dilakukan di kantor, 3 blocks away, atau di kampus, also whithin walking distance). Jadi selama sehari penuh aku benar-benar "isolated" dari dunia luar -- seperti laku orang bertapa,"nutupi babahan hawa sanga."
Senin pagi, masih libur buatku, aku berangkat ke library untuk mengembalikan buku yang habis kubaca malamnya itu. Lo and behold! ... I think I have seen everything ... mulutku ternganga melihat sebuah rumah (persisnya separoh rumah) berada dijalan --ya, ditengah jalan-- di depan apartmentku. Seandainya tidak ada tanda plang kayu kuning-hitam "Road Closed" mungkin aku percaya bahwa aku terbangun di negeri Munchkins (dari film klasik "The Wizard of Oz" - 1939). Rupa-rupanya di hari Minggu malam telah terjadi aktivitas luar biasa memindahkan sebuah rumah dari daerah sebelah barat Capitol ke timur, dan ini telah menjadi tontonan seluruh penduduk kota, yang mengikuti acara "jebol rumah" ini sejak Minggu sore --yang aku tidak tahu sama sekali-- yang buatku, tahu-tahu rumahnya "ngejegleg" seakan jatuh dari langit dan mendarat di depan rumah).
Rumah yang dipindah ini, "The Conklin House" (dalam dialek Jawa Tengah barangkali disebut sebagai "nDalem Kongklinan") adalah sebuah "historic landmark" di Madison. Di Amerika penghargaan pada sejarah sangat tinggi, tempat atau bangunan --banguan publik maupun privat-- yang dianggap punya nilai sejarah mendapat "perlindungan" dan mendapat keringanan atau pembebasan pajak bahkan bantuan finansial supaya tetap terpelihara. The Conklin House yang merupakan tempat tinggal keluarga Conklin ini dibangun 120 tahun yang lalu, dan masih dalam kondisi baik dan masih dihuni orang (disewakan pada mahasiswa), tetapi karena tanah tempat berdirinya menjadi mahal dan perlu dimanfaatkan untuk hunian yang lebih padat (apartment 14 tingkat), maka rumah ini dipindah ke satu lot kosong di dekat tempat tinggalku.
Dari kacamata orang Sipil, pindah rumah seperti ini merupakan "engineering challenge" tersendiri. Karena ukurannya yang besar, terlalu besar dari lebar jalan terutama di belokannya, rumah ini "dibelah" menjadi dua (literally ... seakan dipotong pakai gergaji raksasa), dan masing-masing sebelah dinaikkan pakai hydraulic jacks ke trailer raksasa dan pelan-pelan ditarik ke tujuan. Penempatan jacks yang tepat di lokasi kritis sangat penting --mengingatkan daku akan pelajaran mekanika teknikdi ITB dulu-- karena kalau salah perhitungan bangunan ini bisa roboh oleh beratnya sendiri.
Tantangan yang lain adalah masalah logistik dan koordinasi antar department, sebab proses ini tidak boleh mengganggu kegiatan publik yang lain, misalnya soal traffic (karena itu dilakukan Minggu malam yang biasanya paling sepi dari kendaraan). Route perjalanan harus memperhitungkan lebar jalan, pohon-pohon dipinggir jalan yang mungkin harus diikat atau dipangkas dahannya yang menjorok ke jalan, kabel di tiang listrik yang mungkin harus di sisihkan sementara, dsb. Semuanya ini berjalan dengan baik dan terkoordinir dengan mulus --walau tanpa slametan atau tanam kepala kerbau-- dari Minggu jam 8 malam sampai Senin jam 6 pagi.
Nah, sekarang aku punya tetangga baru sebuah historic landmark, "The Conklin House", yang walaupun masih terdiri dari dua potong sudah pasang woro-woro "For Rent - 1,2 and 3 bedrooms available this Fall."
Tabik, Moko. .
|
| |