
maling yang dipelihara, sampai berkembang biak semua,
tumbuh dimana-mana, ngalahin kumbang di taman bunga,
satu demi satu muncul, ga tanggung-tanggung sampai seribu
seseorang berkata, orang itu baik kok!
yang jahat itu kakak adiknya…
yang tukang tipu itu temen-temennya…
yang serakah itu brotherhood-nya…
kalau baik masa dia biarkan rakyat sengsara,
kalau baik ngapain juga dia ikut celamitan ambil dana
kalau baik masa dia bikin huru-hara
kalau baik apa iya dia biarin ada kotoran di sekelilingnya
dia ga ngambil mungkin, lah wong udah kuaaaaaya,
udah punya usaha plus dapet ijin kerja dari sang kuasa.
tapi hey lihat, dia kasih celah buat sebelahnya berulah, nantinya dia dapet upah…
ga maling dong, lah wong kan dikasih… bisssaaaaaa aja!
seorang yang lain memberi usulan ayo kita tulisi “saya koruptor” di jidatnya,
kita pasang plang “ini rumah koruptor!!” di depan rumahnya,
ditunjuk-tunjuk begitu…pasti dia malu!
iyalah mestinya malu, kebangetan kalo ga ngerasa gitu!
mungkin sang istri berpikir rumah ini belinya pake uang sendiri atau ngga ya?
mungkin anaknya yang masih sekolah jadi mikir aku sekolah dibiayain papa atau rakyat ya?
malunya ajak-ajak keluarga!
dosanya mestinya ga diwarisi, kasian yang ga tau apa-apa..
nyatanya sulit menumbuhkan budaya malu,
di negara yang mengijinkan maling ulung bersatu,
si curang jadi pejabat, dapat ijin libas warga setempat,
si penipu jadi mantu, aman terkendali sampai anak cucu.
mereka bilang jangan sembarangan menuduh aku!
berputar-putar menjawab pertanyaan berlagu,
menunggu bantuan sambil mengulur waktu,
sekaligus mengubur bukti dan menghilangkan saksi.
senyaman apa disana?
sekelam apa di dalam?
hingga seperti mengubah semua…
yang dulu aktivis ikut orasi, lupa niatnya kini
yang dulu pionir, sekarang mengekor seperti selir
yang dulu selalu protes, saat ini ga pernah lupa teriak “yes!”
ada apa disana sih? suka jadi gemes sendiri!
bapak-bapak, ibu-ibu… ga selalu semua tentang rebutan korsi
dan kucuran dana ke rekening pribadi!
jadi masihkah ada yang peduli dengan apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini?
kami semua butuh solusi! secepatnya, sebelum kami melebur mimpi…
karena kami ingin negeri ini jaya kembali...