kita berada di rumah putri menghias malam. kaki menjejak pasir, sapaan pertama untuk yang akan berpesta.
panggung menghadirkan alunan musik, berdentam terus menerus di dalam kepala. pembawa acara yang kacau sekali jalan pikirannya, selalu mebuat tertawa.
makanan terhampar tersaji, silakan ambil semaunya, kapan saja. hadiah dilempar disebar, memberi harap untuk semua. minuman bersoda di pojok kiri, minuman beralkohol di pojok kanan, pilih maumu yang mana.
teman-teman sedang bergoyang, mengikuti irama. meliukkan badan penuh semangat membara. aku yakin sebagian besar sudah berkurang kesadarannya.
kuminta rokok pada seorang teman. tinggal dua di dalam bungkusnya, ambil saja, katanya. rokok pertama setelah beberapa bulan tidak berselera. hmm, sial, enak sekali menyesapnya.
ringan melayang langkah kakiku ke dermaga. sinar lampu kota tampak di kejauhan sana. indah bisikku dalam diri, romantis sendiri begini rasanya. malam ceria, yang penuh rindu, padanya.